Tuhan ? ini adalah sepatah kata yang begitu fenomenal bagi saya, sebuah konfigurasi huruf-huruf yang menlambangkan suatu keabsolutan tanpa batas. Berbagai orang mencoba mereka-reka tentang Eksistensi-Nya, dan karena berbagai perspektif yang berkembang akhirnya keabsolutan ini menjadi sebuah alasan konkrit untuk satu sama lain saling menyakiti dalam dimensi perbedaan pemikiran.
Dalam kepicikan intoleransi, berbagai pihak mengeksistensikan penjabarannya tentang Tuhan, mengangkat senjata dan menghunus rival yang tak berkongsi dengan perspektifnya. Seketika Tuhan menjadi alasan dari sebuah pertikaian, hal ini seolah menciptakan pelecehan akan makna mendalam dari Tuhan. Egoisme pribadi menciptakan garis diskriminatif bagi sesama.
Saya mentafsirkan Tuhan dalam dimensi berbeda, bagi saya Tuhan adalah sebuah kemanunggalan yang tak memilih, ia tidak bersikap diskriminatif ataupun dualistik. Secara mendalam Tuhan berkorelasi dengan manka cinta yang seungguhnya. Cinta yang sesungguhnya hadir tanpa mendiskriminasi atau memilih serta bebas dari Eksistensi dualistik, Maka Tuhan dapat dikatakan sebagai cinta, jadi ketika kita berkata tentang Tuhan, seyogyanya kita berbicara tentang cinta yang tak diskriminatif.
like it
ReplyDeletenice
Thanks :D well sayang yang nulis tidak mencantumkan namanya :)
ReplyDelete