
Akhir-akhir ini saya mencoba membedah tentang masa kecil saya, dan karena hal itu entah mengapa saya mulai ingat dengan nyanyian masa kecil saya, jajanan masa kecil saya dan cara menikmati hidup ala saya sewaktu masih kecil. Pagi ini (28 oktober 2009) saya menghubungi seorang sahabat yang sudah cukup lama tidak bertemu, namanya Dwi Murti Nastiti atau yang lebih sering di panggil Titi, perjumpaan awal kami adalah sewaktu kami menginjak masa sekolah dasar, ya teringat persis, waktu itu saya menginjak kelas 6 SD dan saya menjumpai beberapa rekan seperguruan, yang hingga saat ini menginspirasi mimpi-mimpi saya, Salah satunya Titi.
Dimata saya Titi adalah wanita yang lembut, sifat plegmatisnya sangat membuat saya nyaman untuk berelasi dengan dia. Hari ini kami bercerita tentang memoir cinta diantara kehidupan kami, yang akhirnya merujuk pembicaraan kami tentang aktivitas kami di masa sekolah dasar, hal itu mebuat saya kembali membuka kenangan masa lalu, tahukah anda tentang Negara impian ? sewaktu kecil saya dan beberapa teman senang sekali mengembangkan imajinasi tentang dunia khayalan kita, dan semua tertuang dalam sebuah buku yang kini keberadaannya sulit untuk saya temui.
Kami membuat Negara-negara utopia yang dimana kami semua bertahkta sebagai kepala negaranya . Saya ingat dalam cerita ini saya menjadi Victor Marchelino Stamford sebagai raja dari negeri bernama Marencian, negeri dengan mayoritas penduduk beragama Buddha ini, memiliki bentuk pemerintahan federal serta konstitusional sebagai acuan dasar negara, dimana perdana mentri sebagai kepala pemrintahan. Dengan ibukota bernama Moskow negara saya menjadi negara terkuat diantara negara yang lain.
Adapun beberapa negara tetangga saya yaitu Germany yang dimiliki titi sebagai Lauriel Anastasya, dan beberapa negara lain seperti USK (United of Sun Kingdom), Santa Catarina, Japan, dll. Inilah cara saya membidai imajinasi . jika saya mengingat masa ini kembali, wah semangat saya masih berkobar untuk memrampungkan Undang-undang dasar Negara Marencian yang samapai sekarang baru memiliki 21 pasal.
Dan perlu diketahui bahwa pengalaman masa kecil itulah yang mampu menghantarkan saya memiliki imajinasi dalam membuat sebuah ide cerita. Walau sampai sekarang ide itu hanya saya simpan didalam pemikiran saya. Namun saya telah berkomitmen dengan Titi untuk menuliskan semua ide cerita itu suatu saat.
Inilah nostalgia saya sewaktu masa kecil, dengan bermodal kertas HVS atau buku bekas, balpoin dan imajinasi, saya mampu menikmati hidup saya. Menghabiskan waktu saya dengan imajinasi autis saya. Dan saya mencoba belajar untuk kembali pada masa kecil saya. Masa dimana saya mampu menikmati kehidupan saya yang sangat sederhana. Bagaimana dengan masa kecil anda ..???
No comments:
Post a Comment